Pagi

Pagi.
Mimpiku malam tadi penuh dengan gulana yang memaksa menemuimu. Keluar ke halaman, rindu-dendam bersahutan di setiap kelopak bunga hydrangea yang rumpunnya kuyup dengan embun dan gerimis, kerlip pudar matahari, rona langit setelah fajar yang mengabur antara horison monokrom dan lemah mega warna-warni.

Pagi.
Hujan semakin kerap. Seperti rindu padamu, menggigil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini